SEJARAH AJENDAM III/SILIWANGI

1.         Umum.

a. Suatu sejarah pada hakekatnya adalah rangkaian peristiwa dan kejadian yang saling berkaitan satu dengan yang lain dan berkesinambungan. Tidak ada satu kejadian dan peristiwa yang berdiri sendiri tanpa sebab, sejarah akan selalu menghubungkan kejadian dan peristiwa yang telah dilewati dengan beragam masalah yang sedang berjalan dan dihadapi.

b. Dalam hubungan ini pula, adalah tepat apabila dikemukakan suatu kalimat  arif yang berbunyi “ Masa depan bertumpu pada masa sekarang, masa sekarang berakar pada masa lampau” kandungan makna yang tersimpul didalamnya membawa kita kepada sisi lain dari daya guna sejarah sebagai bahan pembanding, bahan informasi dan bahan pelajaran untuk bertindak lebih arif pada masa sekarang dan perencanaan untuk menghadapi masa yang akan datang.

c. Bertolak dari hakekat makna, nilai dan daya guna sejarah seperti dikemukakan diatas, maka kami mencoba untuk menampilkan suatu uraian sederhana sebagai tindak lanjut penulisan Sejarah Ajudan Jenderal Komando Daerah Militer III/Siliwangi dengan segala keterbatasan data dan bahan autentik lainnya sehingga merupakan penghambat bagi kesempurnaan buku ini. Namun demikian diharapkan buku ini mampu membawa misinya ditengah-tengah Organisasi Angkatan Darat guna melengkapi Perbendaharaan Sejarah di bidang Ajudan Jenderal.

2.         Maksud dan Tujuan.

Maksud. Sejarah Ajudan Jenderal ini bermaksud memberikan gambaran tentang gerak langkah, peran serta dan Dharma Bhakti Ajudan Jenderal Kodam III/Siliwangi sebagai salah satu upaya melestarikan Nilai Juang 45 kepada generasi penerus, sehingga kesinambungan nilai-nilai tersebut dapat senantiasa terpelihara dengan sebaik-baiknya.

Tujuan. Tujuan penyusunan dan penulisannya tidak lain adalah agar gambaran Dharma Bhakti dan perwujudan peran serta dengan keseluruhan aspek  perjuangan dan pengorbanan tersebut dapat dijadikan pedoman, bahan pertimbangan, data pembanding, sarana informasi dan mawas diri dalam upaya meningkatkan profesionalisme, memelihara serta memantapkan nilai-nilai kejuangan dan tradisi Korps Ajudan Jenderal sehingga perwujudan penyelenggaraan bidang fungsi Ajudan Jenderal ditengah-tengah mekanisme organisasi Angkatan Darat senantiasa dapat berjalan dengan baik, efektif dan efisien.

3.         Ruang Lingkup dan Tata Urut. Ruang lingkup penulisan ini meliputi perkembangan Ajudan Jenderal Kodam III/Siliwangi, pengabdiannya dari mulai terbentuknya pada tanggal 28 Desember 1950 sampai dengan Tahun 2010,  yang disusun  dengan tata urut sebagai berikut :

  • Pendahuluan.
  • Sejarah Pembentukan.
  • Perkembangan Organisasi.
  • Pengabdian.
  • Penutup.

4.        Dasar

  • Keputusan  Kasad Nomor Kep /172/ 3 /1971 tanggal 22 Maret 1971 tentang Organisasi dan Tugas Induk Administrasi Komando Daerah Militer (Orgas Inmindam).
  • Keputusan Kasad Nomor  Kep/I/I/1980 tanggal 3 Januari 1980 tentang Organisasi dan Tugas Jawatan Administrasi dan Personel Kodam.
  • Keputusan  Kasad Nomor Kep/II/X/1982 tanggal 13 Oktober 1982 tentang Organisasi  dan Tugas Jawatan Administrasi Personel Komando Daerah Militer (Orgas Minpersdam).
  • Keputusan  Kasad Nomor Kep/71 /X/1985 tanggal 16 Oktober 1985 tentang Organisasi  dan Tugas Ajudan Jenderal Komando Daerah Militer (Orgas Ajendam).
  • Keputusan  Kasad Nomor Kep/47/XII/2006 tanggal 26 Desember 2006 tentang Organisasi  dan tugas Ajudan Jenderal  Komando Daerah Militer (Orgas Ajendam).
  • Keputusan  Kasad Nomor Kep/47.a /XII/2006 tanggal 21 Januari  2009 tentang Perubahan I Organisasi dan Tugas Ajudan Jenderal Komando Daerah Militer (Orgas Ajendam).
  • Buku 50 Tahun Pengabdian di Siliwangi yang diterbitkan oleh Pangdam III/Siliwangi bulan April 1996.
  • Buku sejarah Kodam III/Siliwangi tentang Siliwangi dari masa ke masa.
  • Buku 50 tahun pengabdian Ajudan Jenderal TNI Angkatan Darat yang diterbitkan oleh Ditajenad Februari 2001.
  • Buku Sejarah Ajudan Jenderal TNI Angkatan Darat 1945 s.d. 1985 yang diterbitkan oleh Ditajenad TNI Angkatan Darat tanggal 28 Desember 1989.
  • Surat  Telegram Pangdam III/Siliwangi  Nomor ST/454/2010  tanggal 20 April 2010 tentang Perintah pembuatan sejarah satuan di jajaran Kodam III/Siliwangi.

5.         Latar Belakang Pembentukan.

a. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 merupakan puncak pergerakan Nasional Bangsa Indonesia yang menentang Kolonialisme, proses perjalanan Sejarah Bangsa melawan setiap penjajah telah melalui  waktu yang cukup panjang disertai dengan pengorbanan harta benda, jiwa dan raga dalam jumlah yang sangat besar. Proses perjuangan dengan keseluruhan aspeknya tersebut, ternyata telah melahirkan suatu konsensus Nasional berupa tekad yang bulat untuk menyelamatkan Republik Indonesia.

b. Perkembangan  awal organisasi TNI, dilaksanakan melalui terbentuknya Badan Keamanan Rakyat (BKR) pada tanggal 22 Agustus 1945 bersamaan dengan terbentuknya Komite Nasional Indonesia (KNI) dan Partai Nasional Indonesia (PNI).  BKR pada mulanya adalah suatu Badan atau Korps Perjuangan Bersenjata (belum merupakan suatu organisasi yang uniform) dengan tugas menjaga ketentraman umum,meskipun BKR itu sendiri hanya merupakan bagian dari Badan Penolong Keluarga Korban Perang (BPKKP). Seiring dengan perkembangan  pada waktu itu, BKR terus  disempurnakan  sehingga  pada tanggal 5 Oktober 1945 keluarkan maklumat Pemerintah tentang dibentuknya Tentara Keamanan Rakyat (TKR).

c. Cikal bakal terbentuknya Kodam di bumi Priyangan ini selaras dengan maklumat pembentukan Komandemen I TKR di Jawa Barat yang membawahi Tiga Divisi, yaitu Divisi I meliputi Karesidenan Banten dan Bogor dengan markas Komando di Serang, Divisi II meliputi Karesidenan Jakarta dan Cirebon dengan markas Komando Linggar dan Divisi III Karesidenan Priangan.

d. Periode Perang kemerdekaan antara tahun 1945 sampai dengan tahun 1949, fungsi teknis militer belum dapat diwujudkan secara konkrit, tertib dan teratur. Namun dasar-dasar penyelenggaraannya telah mulai dirintis dan diperkenalkan meskipun dalam wujud dan cara yang sederhana, misalnya dibidang fungsi teknis Ajudan Jenderal.

e. Pada 20 Mei 1946 ketiga Divisi tersebut disatukan dengan nama Divisi Siliwangi, dipimpin oleh Kolonel Abdul Haris Nasution dengan Markas Komando di Tasikmalaya, kemudian pada 24 Juli 1950 nama Divisi Siliwangi berubah menjadi Tentara Teritorium III Siliwangi, lalu pada 24 Oktober 1959 kembali lagi menjadi Kodam VI/Siliwangi, sejak 2 februari 1985 hingga sekarang menjadi Kodam III/Siliwangi.

6.  Pemrakarsa

a. Dalam rangka konsolidasi TNI Angkatan Darat pada awal tahun 1952, khususnya dalam bidang Administrasi Personel banyak ditemui permasalahan tentang penyusunan daftar kekuatan, kepangkatan, korban perang, data-data personel lainnya yang semuanya itu memerlukan penanganan segera. Namun sampai dengan bulan Desember 1950 permasalahan tersebut belum dapat diselesaikan sesuai apa yang diinginkan.

b. Guna mengatasi permasalahan tersebut, KSAD mengeluarkan Surat Penetapan No.300/KSAD/Pnt/50 Tanggal 28 Desember 1950 tentang status quo Pangkat Militer Angkatan Darat dan Pemberian Nomor Registrasi Pusat (NRP), yang ditujukan kepada Staf “A”. Berkaitan dengan ini, dipilih dan ditetapkan tanggal 28 Desember 1950 sebagai hari Jadi Ajudan Jenderal TNI Angkatan Darat, karena pada saat itu dimulainya penertiban penyelenggaraan administrasi personel yang merupakan sebagian dari fungsi tehnis militer Ajudan Jenderal. Selanjutnya sesuai Surat Keputusan Menteri Pertahanan Nomor : D/MP/355/1951 tanggal 15 September 1951, ditetapkan berdirinya Ajudan Jenderal Angkatan Darat dan secara resmi, mulai saat itu organisasi Staf “A” dihapus.

c. Dengan ditetapkannya secara resmi Ajudan Jenderal TNI Angkatan Darat dengan tugas pokok melaksanakan fungsi tehnis Militer Ajudan Jenderal yang meliputi  bidang personalia,  sosial  tentara, penambahan pengetahuan umum, psycho tehnik dan pemeliharaan rohani. Sedangkan susunan organisasi dalam struktur organisasi Ajen tercantum unsur-unsur  pelaksana meliputi dinas personalia, dinas urusan sosial tentara, dinas wajib tentara, dinas gaji dan pensiun, lembaga penambahan pengetahuan umum, lembaga psycho tehnik dan korps pemeliharaan rohani.

7.         Proses Pembentukan.

  • Sesuai dengan penetapan Kasad Nomor: Pntp 0-5 tanggal 5 Agustus 1958 tentang administrasi tugas pokok Angkatan Darat dan dasar fungsi organisasi serta pembinaan personel dan materil Angkatan Darat, maka penyelenggaraan fungsi Ajudan Jenderal menjadi bertambah yang meliputi segala usaha pekerjaan dan kegiatan dilapangan pengurusan personel, administrasi umum serta kegiatan pemeliharaan moril.
  • Melalui Penetapan Kasad nomor : Pntp 10-6, tanggal 1 Maret 1959 diatur dan ditetapkan kembali organisasi dan tugas Ajudan Jenderal.
  • Sesuai penetapan Men/Pangab nomor : 10-5 tanggal 29 Oktober 1965 struktur organisasi Ajudan Jendral kembali mengalami perubahan. Sehingga tugas pokoknya semakin berkembang seiring perkembangan  penyelenggaraan fungsi teknis Militer Ajudan  jenderal.
  • Dengan  adanya  perkembangan struktur organisasi TNI-AD semakin lama semakin mendekati sempurna,  demikian  pula   dengan  struktur  organisasi Ajendam  di   lingkungan Kodam III/Siliwangi.

8.         Kondisi Awal terbentuknya Ajendam III/Siliwangi.

a. Dalam hubungan ini nama Ajudan Jenderal secara resmi belum dikenal dalam struktur organisasi  Angkatan Perang  RI,  walaupun  sebagian dari fungsinya.telah dilaksanakan.  Selanjutnya penyelenggaraan fungsi Ajudan Jenderal yang relatif  lengkap  baru  dikenal  setelah  terbentuknya   Staf “A”  tanggal 19 Desember 1945 yang merupakan cikal bakal dari Organisasi Ajudan Jenderal.

b. Pada tanggal 10 Desember 1949 terjadi perubahan susunan dan penyempurnaan terhadap organisasi Kementrian Pertahanan,  dalam pasal 21 Ayat 1 dijelaskan bahwa staf “A” mengurus segala sesuatu mengenai Personalia, Administrasi Militer, Perawatan Sosial, Perawatan Kesehatan dan Pemeliharaan Rohani.  Upaya pembenahan bidang administrasi personel khususnya merupakan salah satu perhatian utama dalam rangka konsolidasi organisasi TNI.

c. Pada  tanggal 10 Desember 1956 dibentuk organisasi dan tugas Ajdam    sebagai awal terbentuknya organisasi pengurusan administrasi diwilayah Kodam  khususnya Kodam III/Siliwangi  guna membantu tugas dan fungsi  Ajen.

d. Pada tanggal 24 Januari 1957  dibentuklah Organisasi dan Tugas  Jawatan  Ajen Teritorium, sehingga pada tanggal  20 Mei 1960  terjadi perubahan  kembali dan dibentuk Organisasi dan Tugas Ajudan Jenderal Kodam (Ajdam).

e. Seiring  dengan dibentuknya Kodam III/Siliwangi secara otomatis Ajendam  III/Siliwangi  mempunyai peranan penting dalam pengelolaan serta tertib administrasi yang harus diselesaikan khususnya dalam bidang administrasi personel, administrasi umum dan kesejahteraan moril, dalam mendukung tugas kodam serta mengkonsolidasikan rangkaian tugas tersebut ditingkat daerah perlu dibentuk Ajenrem - Ajenrem  guna membantu tugas keajenan di wilayah Korem.

PERKEMBANGAN ORGANISASI

9.         Pimpinan dan Personel.

a. Dalam rangka Melaksanakan cita-cita pembinaan administrasi personel Angkatan Darat, maka pada tanggal 28 Desember 1950 telah terbentuk Organisasi dan Tugas Ajudan Jenderal (AG) Territorium III/Siliwangi dengan struktur serta pejabat teras sebagai berikut :

  1. Pa Ajenterr III/Siliwangi : Kapten Soeparto Wongsosaputro.
  2. Sekretaris : Letda Gaman Adikusumah.
  3. Kepala Tata Usaha : Serma Enuh Wildan Wijaya.
  4. Kepala Biro Penetapan Gaji : Peltu O. Rakhmat.
  5. Kepala Biro  Personalia Militer : Peltu A. Hanafia.
  6. Kepala Biro Personalia Sipil : Peltu M. Tohir.
  7. Kepala Biro Legalisasi/Statistik : Peltu Saleh Sakhyana.
  8. Kepala Biro Stamboek : Peltu Iskandar.

Berhubung Kapten Soparto Wongsosaputro diperintahkan oleh Panglima Territorium III/Siliwangi berangkat ke Sulawesi untuk melaksanakan werving Tentara KNIL, maka Letda Gaman Ardikusumah ditunjuk menjadi Pa Ajen Terr III/Siliwangi.

b.  Berdasarkan Instruksi Kasad Nomor : INSTR-10-6-21 tanggal 24 Januari 1957 dan Nomor : INSTR-10-6-31 tanggal 9 Juli 1957, maka Organisasi dan tugas Ajudan Jenderal Territorium III/Siliwangi dirubah menjadi Jawatan Ajudan Jenderal Territorium III/Siliwangi disingkat DAD TERR III/Siliwangi dengan menggabungkan Dinas-dinas yang semula berdiri sendiri, diantaranya :

  1. Dinas Hiburan dan Kesejahteraan (DH & K).
  2. Dinas Pos Tentara (DPT).
  3. Dinas Pemeliharaan dan Pemakaman Tentara yang dirubah tugasnya menjadi Dinas Penerimaan dan Penempatan Tenaga (DPPT).
  4. Dinas Lembaga Penambah Pengetahuan Umum (LPPU).

Para pejabat terras DAD TERR III/Siliwangi berturut-turut dipangku oleh :

  1. Kapten Caj RM. Cokrodirjo, Kapten Caj Ateng Harja Sasmita, Kapten Caj A.H. Siagian dan Kapten Caj J. Therik selaku Pa DAD TERR III/Siliwangi dan Wakil.
  2. Sekretaris : Letda Caj O. Rakhmat, Letda Caj D. Sukardi dan Letda Caj Suwito.
  3. Dinas Urusan Dalam (DUD) : Letda A. Hanafie, Lettu Caj R.M Sudarminto.
  4. Dinas Pengendalian Jabatan dan Kepangkatan (DPDK) : Lettu Caj Dudu Durakhman dan Lettu Caj Tatang Suwardi.
  5. Dinas Pos Tentara (DPT) : Kapten Caj Besar.
  6. Dinas Penerimaan dan Penempatan Tenaga (DPPT): Lettu Caj Memed Sudarmaji.
  7. Dinas Penerimaan dan Kesejahteraan (DH&K) : Kapten Caj Dadang Uden.
  8. Dinas Personalia Militer  (DPM) : Lettu Caj Hasbullah.
  9. Dinas Personalia Sipil (DPS) : Lettu Caj O. Surjatin.
  10. Dinas Lembaga Pendidikan Penambahan Pengetahuan Umum (LPPU) : Kapten Caj G. Wibisono.

c. Sesuai dengan Instruksi Kasad Nomor : INSTR-10-6-1 tanggal 10 Desember 1959 yang mengganti Instruksi Kasad Nomor : INSTR-10-6-21 tanggal 24 Januari 1957 dan Nomor INSTR-10-6-31 Tanggal 9 Juli 1957, maka organisasi dan tugas DAD TERR III/Siliwangi dirubah menjadi Ajudan Jenderal Daerah Militer VI/Siliwangi dengan disingkat Ajendam VI/Siliwangi. Para Pejabat Teras AJENDAM VI/Siliwangi berturut turut dipangku oleh :

  1. Mayor  Caj  A.H. Siagian, Mayor INF.  Aang Kunaefi  dan  Kapten  Caj R. Abd. Rojak selaku Pajdam VI/Siliwangi.
  2. Kapten Caj J. Therik/Kapten Caj Dadang Uden / Kapten Caj R.Abd. Rojak/Kapten Caj Ismail Supardi / Kapten Caj Dudu Durakhman selaku Wakil Pajdam VI/Siliwangi.

Struktur Organisasi dan Tugas Ajudan Jenderal Daerah Militer VI/Siliwangi  disusun sebagai berikut :

  • 1) Perwira Ajudan Jenderal Daerah Militer VI/Siliwangi (Pajdam VI/Siliwangi).
  • 2) Perwira Pengendalian Karier (Pa Dalkar).
  • 3) Perwira Administrasi Umum (Pa Minu).
  • 4) Perwira Administrasi Umum Pensiun Militer (Pa Minpensmil).
  • 5) Perwira Pengendalian Personel (Pa Dalpers).
  • 6) Perwira Administrasi Personel (Pa Minpers).
  • 7) Perwira Urusan Moril (Pa Urril).
  • 8) Perwira Urusan Dalam ( Pa Ud).
  • 9) Perwira Dinas Ajudan Jenderal (Pa Disaj).

d. Berdasarkan Keputusan Panglima Daerah Militer VI/Siliwangi Nomor  Kep-23-2/3/1971 tanggal 1 Maret 1971 dan Nomor Kep-24-2/3/1971 tanggal 1 Maret 1971, maka diadakan perubahan dari Ajdam VI/Siliwangi menjadi Induk Administrasi Daerah Militer VI/Siliwangi dan disingkat Inmindam VI/Siliwangi dengan susunan Struktur Organisasi dan Tugas sebagai berikut :

  • 1) Komandan/Wakil Induk Administrasi Daerah Militer VI/Siliwangi.
  • 2) Sekretariat (Set).
  • 3) Kompi Markas (Kima).
  • 4) Biro Hiburan (Rohib).
  • 5) Biro Materiil dan Anggaran (Romatran).
  • 6) Bagian Pengendalian dan Cadangan (Bagdalcad).
  • 7) Bagian Administrasi Penyaluran Kerja (Bagminlurja).
  • 8) Bagian Administrasi  Personel Militer (Bagminpersmil).
  • 9) Bagian Administrasi Personel Sipil (Bagminperssip).
  • 10) Bagian Administrasi Umum (Bagminu).
  • 11) Bagian Aministrasi Pensiun Militer (Bagminpensmil).
  • 12) CABRIN, CAB 061, CAB, 062, CAB 063, CAB 064.

Cabang-cabang Ajudan Jenderal selain di Korem-Korem dan Rindam ada juga di Brigade 12/GTR (Ajbrigif 12/GTR), Brigade 13/GLH (Ajbrigif 13/GLH),  Brigade 14/MESBAR (Ajbrigif 14/MESBAR)  dan Brigade 15/Kujang II Raider (Ajbrigif 15/KJ-II Raider).    Adapun tugas pokoknya menyelenggarakan  Pembinaan Administrasi dalam hal pengurusan personel Angkatan Darat  tersebut meliputi :

  • 1) Menyelenggarakan Administrasi Personel Militer dan Sipil AD.
  • 2) Menyelenggarakan Administrasi Penyaluran Penampungan dan Latihan Kerja bagi Personel AD yang menghadapi alih tugas.
  • 3) Menyelenggarakan Pembinaan Cadangan AD serta rencana pengaturan pengetahuannya.
  • 4) Menyelenggarakan Administrasi Umum.
  • 5)  Menyelenggarakan Hiburan untuk Personel.

e. Perubahan dan Penyempurnaan Organisasi dan Tugas Ajudan Jenderal TNI Angkatan Darat dalam tahun 1958, terjadi perbaikan dan penyempurnaan yang mendasar, baik  dibidang administrasi, tugas pokok serta penataan dan penertiban. Selanjutnya berdasarkan Instruksi Kepala Staf Angkatan Darat Nomor : 10-6-21 tanggal 5 Maret 1959 telah ditetapkan organisasi dan tugas Ajudan Jenderal Kodam. Selanjutnya berdasarkan Surat Keputusan Kasad Nomor : Skep/29/X/1977 tanggal 13 Oktober 1977 dibentuk badan-badan Ajudan Jenderal ditingkat Kodam yaitu dari Inmindam menjadi Minpersdam.

f.  Pada tahun 1978 terjadi perubahan kembali pada organisasi dan tugas    Minpersdam menjadi Janminpersdam dengan fungsi utama meliputi :

  • 1) Pembinaan Kecabangan Ajudan Jenderal.
  • 2) Pengurusan Administrasi Personel.
  • 3) Administrasi Umum.
  • 4) Pengurusan Moril/Kesejahteraan.
  • 5) Pembinaan Satuan Musik Militer.

g. Keputusan Kasad Nomor  Kep/I/I/1980 tanggal 3 Januari 1980 tentang Organisasi dan Tugas Jawatan Administrasi dan Personel Kodam dalam hal ini tugas pokok Minpersdam III/Siliwangi menyelenggarakan fungsi ajudan jenderal meliputi :

  • 1) Menyelenggarakan administrasi Kodam, yang meliputi penerimaan/penyerahan, penggunaan/penempatan, pemisahan dan penyaluran.
  • 2) Menyelenggarakan administrasi Personel Purnawirawan/Demobilisasi dan Personel cadangan TNI AD di lingkungan Kodam.
  • 3) Menyelenggarakan pembinaan administrasi umum di lingkungan Kodam.
  • 4) Menyelenggarakan kegiatan pemeliharaan moril termasuk pembinaan Detasemen musik Kodam.
  • 5) Mengajukan pertimbangan/saran kepada Pangdam, khususnya mengenai hal-hal yang berhubungan dengan bidang tugasnya.

Pejabat Minpersdam III/Siliwangi dijabat oleh seorang Pamen berpangkat Letnan Kolonel Caj dan dibantu oleh kepala biro berpangkat Mayor dengan tugas pokok :

  • 1)   Sebagai Perwira Staf Khusus Pangdam di bidang pembinaan fungsi Ajudan Jenderal :

a)  Mengikuti secara terus menerus dan membuat penilaian terhadap masalah fungsi Ajudan Jenderal serta mengajukan saran, usul dan pertimbangan kepada Pangdam.

b)  Menyelenggarakan pengawasan staf secara keahlian terhadap badan, lembaga serta instalasi atau pejabat dilingkungan Ajendam khususnya dan Kodam pada umumnya dalam hal penyelenggaraan fungsi Ajudan Jenderal.

1) Sebagai Kepala terhadap Ajendam :

a) Mengendalikan Ajendam, sehingga semua usaha, kegiatan dan pekerjaan dalam Ajendam tidak menyimpang dari tujuan pokoknya.

b) Memelihara hukum, disiplin, tata tertib dan moril dalam Ajendam.

c) Menjamin daya guna dan keseimbangan yang baik dalam menyelenggarakan tugas pokok Ajendam.

d) Memperhatikan, memelihara dan mengawasi kesejahteraan dan kemampuan kerja serta pengembangannya terhadap personel dalam Ajendam, baik secara perorangan maupun secara keseluruhan dalam rangka penyelenggaraan tugas kewajiban masing-masing.

e) Memperhatikan, memelihara dan mengawasi kelancaran perawatan, logistik dan administrasi untuk Ajendam dan personelnya.

2) Sebagai pembina fungsi teknis Ajudan Jenderal :

a) Menentukan kebijaksanaan secara teknis untuk bimbingan dan tuntunan dalam menyelenggarakan fungsi Ajudan Jenderal berdasarkan kebijaksanaan Pangdam.

b) Menentukan kebijaksanaan dalam bidang penyusunan prosedur (tata cara kerja) dari badan pelaksana di lingkungan Ajendam.

c) Menjamin daya guna dan keseimbangan yang  baik dalam  rangka penyelenggaraan fungsi Ajudan Jenderal yang di bebankan kepada Ajendam.

d) Mengatur pembinaan fungsi Ajudan Jenderal di lingkungan Ajendam.

3) Kaajendam dalam pelaksaan tugasnya bertanggung jawab :

a) Secara taktis operasional kepada Pangdam, dan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari di koordinasikan oleh Kasdam.

b) Secara teknis operasional kepada Dirajenad.

h. Awal tahun 1980 telah ditandai dengan perkembangan mekanisme organisasi Janminperdam yang baru saja terbentuk. Sebagai tindak lanjut terjadinya perubahan-perubahan organisasi maka Inmindam dan Minpersdam dilikuwidasi, kemudian terjadi reorganisasi di tubuh TNI AD yaitu pengurangan jumlah Kodam-Kodam yang semula terdiri dari 17 Kodam menjadi 10 Kodam. Hal ini menyangkut pula badan-badan Ajudan Jenderal di daerah.

i. Untuk menjamin tetap berfungsinya badan-badan tersebut, Kasad mengeluarkan Surat Keputusan Nomor Skep/1074/XI/1985 tentang Penetapan lokasi Ajendam, Ajenrem dan Lanajenrem. Berdasarkan Surat Keputusan Kasad tersebut diatas, maka Dirajenad mengirimkan Surat Telegram Nomor STR/107/1985 tanggal 17 Desember 1985 kepada seluruh Kaajendam yang berisikan penjelasan tentang lokasi Ajendam, Ajenrem dan Lanajenrem di jajaran TNI Angkatan Darat termasuk didalamnya lokasi Ajendam III/Siliwangi sebagai berikut :

  • 1) Kedudukan Ajendam III Siliwangi di Bandung.

k. Orgas Ajendam III/Siliwangi saat ini dihadapkan dengan tugas pokok maupun fungsi Ajen dalam periode tahun ke tahun telah mengalami beberapa kali penggantian unsur pimpinan, baik yang ada di satuan Ajendam III/Siliwangi maupun Ajenrem-Ajenrem di jajaran Kodam III/Siliwangi sebagai berikut :

  • 1) Pejabat Pa Ajen Terr III/Siliwangi dari tahun 1950 s.d 1959 sebagai berikut :
  • a) 1950-1957 Kapten Suparto Wongso Saputro.
  • b) 1957-1958 Kapten Caj R.M Cokrodirdjo.
  • c) 1958-1959 Mayor Caj A.H. Siagian.
  • 2) Pejabat Kaajendam III/Siliwangi dari Tahun 1959 s.d. sekarang sebagai berikut :
    • a) 1959-1962 Kolonel Caj Wahyu Hagono.
    • b) 1962-1965 Kolonel Caj Aang Kunaefi.
    • c) 1965-1968 Kolonel Caj RH. Abdul Rojak.
    • d) 1968-1975 Kolonel Caj M. Moechsin.
    • e) 1975-1978 Kolonel Caj Singgih Wahyu.
    • f) 1978-1979 Kolonel Caj Memed Tohir.
    • g) 1979-1984 Kolonel Kav Prastyo.
    • h) 1984-1985 Letnan Kolonel Caj Achmad Nasae.
    • i) 1985-1991 Kolonel Caj Binsalani.
    • j) 1991-1993 Kolonel Caj I. Wayan Gunawan.
    • k) 993-1994 Kolonel Caj R.Yuwono.
    • l) 1994-1997 Kolonel Caj Sumarsono.
    • m) 1997-2000 Kolonel Caj Yana Suryana.
    • n) 2000-2002 Kolonel Caj Delyuzar.
    • o) 2002-2005 Kolonel Caj Marsono.
    • p) 2005-2008 Kolonel Caj Drs. Wawar M.
    • q) 2008-2010 Kolonel Caj (K) Pudjiastuti,B.A.
    • r) 2010- 2011 Kolonel Caj (K) Dra. Tri Supeni.
  • 3) Pejabat Kaajenrem 061/SK dari tahun 1971 sampai sekarang sebagai berikut :

a) 1971-1973 Letkol Caj Bastaman.

b) 1973-1976 Letkol Caj Bambang Slamet.

c) 1976-1980 Letkol Caj Farid Sutisna.

d) 1980-1984 Mayor Caj Idik Suherman.

e) 1984-1989 Mayor Caj Hartoto.

f) 1989-1995 Mayor Caj M Bisri.

g) 1995-2002 Mayor Caj (K) Martiyah.

h) 2002-2006 Mayor Caj Agus Wahid, SE.

i) 2006-2010 Mayor Caj Sumarto.

j) 2010 s.d. sekarang Mayor Caj Joko Irianto.

  • 3)  Pejabat Kaajenrem 062/Taruma Nagara dari tahun 1971 sampai dengan sekarang sebagai berikut :

a) 1971-1973 Mayor Caj Koswara.

b) 1973-1976 Mayor Caj Sarkoti.

c) 1976-1980 Mayor Caj E. Karmit.

d) 1980-1984 Mayor Caj Harry Suparman.

e) 1984-1986 Mayor Caj Koesno.

f) 1986-1988 Mayor Caj Saidi.

g) 1988-1990 Mayor Caj Abd Gaffar.

h) 1990-1992 Mayor Caj Drs. Ngakan MT.

i) 1992-1995 Mayor Caj Rubana.

j) 2006-2009 Mayor Caj Waris.

k) 2009-s.d Sekarang Mayor Caj Agus Riyanto.

  • 4) Pejabat Kaajenrem 063/Surya Kancana dari tahun 1971 s.d. sekarang.

a) 1971-1974 Letkol Caj Saleh Sachjana.

b) 1974-1980 Mayor Caj Koesno.

c) 1980-1982 Mayor Caj Setiadjid Oedaya.

d) 1982-1985 Mayor Caj Zaenal Abidin.

e) 1985-1987 Mayor Caj Djatmika.

f) 1987-1990 Mayor Caj M. Noer.

g) 1990-1993 Mayor Caj Nurgandi.

h) 1993-1996 Mayor Caj Syakirin.

i) 1996-1998 Mayor Caj Marjana SN.

j) 1998-2000 Mayor Caj Mumu Munawar.

k) 2000-2003 Mayor Caj (K) Siti Sumaryati.

l) 2003-2007 Mayor Caj Drs. Asep Rustijo.

m) 2007-2010 Mayor Caj Sumo Suprapto.

n) 2010 s.d sekarang Mayor Caj Cecep Komaruddin.

  • 5) Pejabat Kaajenrem 064/Maulana Yusuf dari tahun 1971 s.d. sekarang.

a) 1971 – 1977 Kapten Caj O. Soewardi.

b) 1977 – 1979 Kapten Caj Bahim Zunaedi.

c) 1979 – 1982 Kapten Caj Koenawi.

d) 1982 – 1984 Kapten Caj Sanali.

e) 1984 – 1987 Kapten Caj O. Hotim.

f) 1987 – 1990 Kapten Caj Suparyadi.

g) 1990 – 1994 Mayor Caj Sudadijono.

h) 1994 – 1996 Mayor Caj O. Sutisna.

i) 1996 – 1999 Mayor Caj Bukti Siregar.

j) 1999 – 2002 Mayor Caj Ade Dadi Mufadi.

k) 2002 – 2005 Mayor Caj Elang Ramlan.

l) 2005 – 2007 Mayor Caj Abdul Gaffar.

m) 2007 s.d. Sekarang Mayor Caj Suyono.

 

10. Struktur Organisasi. Berdasarkan Keputusan Kasad Nomor Kep/47/XII/2006 tanggal 26 Desember 2006 dan tentang Organisasi dan tugas Ajudan Jenderal Komando Daerah Militer (Orgas Ajendam) dan Keputusan Kasad No. Kep/47.a /XII/ 2006 tanggal 21 Januari 2009 tentang Perubahan I Organisasi dan Tugas Ajudan Jenderal Komando Daerah Militer (Orgas Ajendam) adalah sebagai berikut :

 

Struktur organisasi Ajendam III/Siliwangi.

 

a. Pada struktur organisasi Ajendam III/Siliwangi semakin lama semakin berkembang mengikuti perkembangan sesuai dengan tuntutan tugas , pada struktur organisasi Ajendam pada saat ini semakin mendekati sempurna menunjukan adanya pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas antara eselon pimpinan, eselon pembantu pimpinan, eselon pelayanan dan eselon pelaksana, sehingga memperjelas kedudukan dan mempermudah pengawasan.

b. Struktur Organisasi Ajendam III/Siliwangi disusun dalam eselon dan jabatan sebagai berikut :

1) Eselon Pimpinan.

a) Kepala Ajudan Jenderal Daerah Militer, disingkat Kaajendam.

b) Wakil Kepala Ajudan Jenderal Daerah Militer, disingkat Waka Ajendam.

2) Eselon Pembantu pimpinaan.

a) Kepala Seksi Administrasi Personel Prajurit, disingkat Kasi mindiasahpra.

b) Kepala Seksi Administrasi Penyediaan dan Pemisahan Personel Prajurit, disingkat Kasiminperspra.

c) Kepala Seksi Administrasi Personel Sipil, disingkat Kasiminperssip.

d) Kepala Seksi Administrasi Umum dan Kesejahteraan Moril, disingkat Kasiminujahril.

e) Kepala Seksi Administrasi Dosir Personel, disingkat Kasi Dospers.

3) Eselon Pelayanan. Kepala Seksi Tata Usaha dan Urusan Dalam, disingkat Kasituud.

4) Eselon Pelaksana.

a) Komandan Satuan Musik Militer Tipe “B“, disingkat Dansatsikmil Tipe “ B”.

b) Kepala Ajudan Jenderal Korem, disingkat Ka Ajenrem.